Identitas, Budaya, Makna dan Karya

Saya lahir dari keluarga menengah bawah di Kota Jakarta Ayah Seorang Pegawai Negri Sipil dan Ibu seorang Tukang Jahit. Saya tidak pernah dituntut untuk menjadi apapun, namun orang tua selalu menjaga saya agar terus belajar. budaya tersebut membentuk saya untuk terus mengejar pengetahuan hingga saat ini. dan saya sangat bersyukur dengan menjadikan pengetahuan nilai tertinggi dalam hidup, saya bisa menuntun diri saya sendiri, mengembangkan diri, berkarya untuk bisa berguna bagi orang banyak.

Internet

Awal kelas 2 SMP sekitar tahun 2003, saya sudah belajar komputer sekolah, meskipun belum terkoneksi internet, kami mulai belajar hal dasar tentang komputer hingga mengetik di word dan disisa waktu belajar komputer kami biasanya bermain game lokal komputer.

ada satu masa yang membuat saya kaget, kepikiran terus dan bertanya – tanya dalam hati, apakah benar ? bagaimana mungkin bisa ? melalui komputer & internet, bisa terhubungan dengan orang lain.

saya diajak teman saya untuk pergi ke warnet bermain game online. sebelumnya dia cerita dalam game online tersebut, kita bisa berteman dengan pemain lain, chatting, membentuk group dalam permainan, menyerang kota musuh dan berburu monster dihutan. seperti memasuki kehidupan didunia lain.

Untuk yang lahir di era internet mungkin tidak akan kaget, saat itu saya aktif bermain didunia nyata, bermain bola, karate, basket dan aktivitas lainnya. yang paling modern hanya playstation.

Pada titik ini saya sangat menyukai komputer dan internet dan berani untuk melihat sedikit tentang masa depan saya, sehingga saya berani memutuskan bahwa saya akan melajutkan sekolah teknik komputer untuk bisa bekerja dan berkarya dibidang ini. meskipun diawal jalan untuk tseperti terutup, teman saya itu berhasil masuk ke SMK 26 Teknik Komputer & Informatika, sedangkan saya melanjutkan SMK Binis & Manajemen di Sekolah Katolik ASISI Jakarta.

Sales

Sekitar 2010, setelah tamat SMK saya mulai bekerja sebagai Sales Promotion untuk Produk KTA dari CitiBank, kami bukan stand di Mall Arta Gading. saya membagikan brosur kepada pengunjung mall yang lewat depan stand kami, mengenalkan produk untuk mendapatkan prospek sebanyak – banyaknya.

Akhirnya saya berhenti bekerja, lelah sekali. ini pekerjaan apa? dari banyak prospek (lead) yang saya dapat hanya sedikit yang diapprove. saya hanya bertahan 1 tahun itupun sudah tiga kali pindah agensi.

Pada akhirnya, saya menemukan buku manajemen pemasaran di gramedia, akhirnya saya menyadari bahwa yang saya kerjakan adalah salah satu proses marketing. marketing yang sebenarnya lebih luas dan menarik sekali.

Pada titik ini IT & Marketing menjadi favorit saya.

Retail

Marketing

Pada masa kuliah saya mencari buku bersama teman saya di Toko Buku Senen. saya menemukan buku DigiMarketing. bahwa digital marketing akan menjadi masa depan marketing.